Ketua Umum GAPPI Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Hidroponik
Penulis: Amir
Depok, MCNid— Ketua Umum Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPPI), KH Cholil Nafis, mendorong kemandirian pesantren lewat hidroponik
Hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan memanfaatkan air bernutrisi sebagai media tumbuh utama.
Hal ini disampaikan Kiai Cholil Nafis saat silaturahim pengurus GAPPI di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Jalan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Ahad (5/4/2026).
Melalui hidroponik, Kiai Cholil menilai, pesantren memiliki kemandirian ekonomi menggunakan metode pertanian modern dengan efisiensi lahan.
Selain hidroponik, Kiai Cholil juga mendorong pesantren melakukan budidaya ikan menggunakan sistem bioflok.
Kiai Cholil menerangkan, bioflok merupakan sistem budidaya perikanan intensif yang mengandalkan aktivitas mikroorganisme (bakteri baik/probiotik) untuk mengubah limbah organik (kotoran ikan/sisa pakan) menjadi gumpalan protein (flok) yang dapat dimakan kembali oleh ikan.
Dia menyebut sistem ini hemat air, efisien lahan, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Kita juga mendorong agar pesantren memiliki basis ekonomi melalui peternakan ayam petelur sebagai sumber protein sekaligus ekonomi berkelanjutan," tegasnya.
Wakil Ketua Umum MUI ini menilai, model tersebut tidak hanya bisa menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan kewirausahaan santri, menguatkan ketahanan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan eksternal.
Lebih lanjut, Kiai Cholil merasa optimistis, melalui GAPPI, kemandirian ekonomi pesantren akan berkembang. Sebab, gerakan ini hadir sebagai wadah konsolidasi untuk membangun jaringan antarpengasuh pesantren.
Selain itu, gerakan ini untuk mengintegrasikan potensi keilmuan, ekonomi dan sosial, serta mendorong kolaborasi lintas daerah, sehingga pesantren tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Dengan jejaring yang kuat, pesantren dapat menjadi kekuatan kolektif dalam pembangunan umat dan bangsa," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini. (Sadam, ed: Nashih)